Naik Podium, Sebastian Vettel Raih Hasil Penting di F1 GP Turki 2020

https: img.okezone.com content 2020 11 18 37 2311382 naik-podium-sebastian-vettel-raih-hasil-penting-di-f1-gp-turki-2020-5sRnJ5L6wo.JPG

Penampilan mengesankan ditunjukkan Sebastian Vettel pada Formula One (F1) GP Turki 2020 akhir pekan lalu di Sirkuit Intercity Istanbul Park. Pembalap Tim Scuderia Ferrari itu berhasil naik podium untuk pertama kali pada musim ini. Podium itu dinilai sangat penting oleh Mattia Binotto.

Seperti diketahui, performa Sebastian Vettel sepanjang musim F1 2020 sangat buruk. Pria berkebangsaan Jerman itu dua kali gagal finis dan lima kali mengakhiri balapan di luar 10 besar. Ia bahkan tidak pernah menembus lima besar sebelum GP Turki 2020.

Hasil-hasil minor itu membuat kepercayaan diri Sebastian Vettel sedikit terpukul. Beruntung, juara dunia F1 empat kali itu enggan menyerah. Ia akhirnya bangkit dan menunjukkan keterampilan mengemudi yang apik pada balapan F1 GP Turki 2020 yang dihiasi dengan hujan.

Ya, hujan membantu Sebastian Vettel meraih podium pertamanya musim ini. Trek yang licin dan basah justru membuatnya terlihat nyaman berkendara. Finis ketiga pada lomba di Sirkuit Istanbul itu diyakini sangat penting oleh Mattia Binotto.

“Saya sangat senang dengan Sebastian. Podium itu menurut saya berarti sangat penting buatnya. Musim ini sangat sulit untuk Vettel,” papar Mattia Binotto, dikutip dari Motorsport, Rabu (18/11/2020).

“Sepertinya dia mulai, untuk sementara ini hingga akhir musim nanti, jauh lebih nyaman dengan mobil. Hasil yang diraihnya mulai membaik,” imbuh Prinsipal Tim Scuderia Ferrari itu.

Usai Segel Gelar Juara F1 2020, Mercedes Tatap Kontrak Baru Lewis Hamilton

https: img.okezone.com content 2020 11 17 37 2311203 usai-segel-gelar-juara-f1-2020-mercedes-tatap-kontrak-baru-lewis-hamilton-nUTcClEqdU.jpg

Seluruh pihak di Tim Mercedes AMG Petronas belum bisa sepenuhnya tenang, meski sudah mengamankan gelar juara pembalap lewat penampilan Lewis Hamilton. Sebab, tim tersebut belum mengamankan jasa Hamilton untuk musim depan.

Kontrak Mercedes dengan Hamilton bakal berakhir pada penghujung musim 2020. Sampai saat ini, belum ada kontrak baru yang ditandatangani kedua belah pihak.

Terkait kondisi ini, bos Mercedes, Toto Wolff, pun angkat bicara. Ia memastikan bahwa pembicaraan kontrak akan segera dilakukan pihak Mercedes dengan Hamilton demi mempertahankan jasa pembalap asal Inggris itu.

etapi, pihak Mercedes enggan melakukannya dalam waktu dekat ini karena ingin memberi Hamilton waktu untuk merayakan gelar juaranya di F1 2020. Wolff sendiri yakin akan ada kesepakatan yang terbaik untuk kedua belah pihak.

“Usai merebut gelar juara ketujuh, Anda tidak dapat langsung berbicara tentang kontrak. Itu tidak akan adil untuk pencapaian tersebut,” ujar Wolff, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (17/11/2020).

“Kami akan memberikannya beberapa hari dan kemudian kami akan membicarakannya,” lanjutnya.

Singkat Saja, Ini Ucapan Perpisahan Valentino Rossi kepada Maverick Vinales

https: img.okezone.com content 2020 11 23 38 2314571 singkat-saja-ini-ucapan-perpisahan-valentino-rossi-kepada-maverick-vinales-Bu5eLKxrCs.jpg

Valentino Rossi telah pamit kepada timnya, Monster Energy Yamaha karena usai MotoGP 2020 berakhir, kerja sama mereka pun juga akan berakhir. Sebab itulah usai melakoni seri Portugal pada Minggu 22 November 2020 kemarin, Rossi langsung melakukan perpisahan kecil kepada timnya tersebut.

Wajar memang jika ada momen perpisahan ketika balapan MotoGP Portugal 2020 itu berakhir. Sebab hubungan Ross dengan tim pabrikan Yamaha itu bukan baru-baru ini terjalin.

Total kerja sama Rossi dengan tim pabrikan Yamaha itu tercatat sudah berlangsung 15 tahun. Jadi, bisa dikatakan Rossi dan pihak Yamaha sudah sangat dekat.

Semua orang terdekat Rossi di Yamaha pun hadir dalam momen perpisahan tersebut. Tak terkecuali rekan setimnya sejak musim 2017, yakni Maverick Vinales.

Tentunya Vinales akan menjadi salah satu pihak yang bakal merasa kehilangan Rossi di MotoGP 2021 nanti. Sebab selama empat tahun terakhir, Vinales selalu bekerja sama dan saling bertukar pikiran dengan rider asal Italia itu untuk dapat mendapatkan motor terbaik untuk Yamaha.

Rossi pun mengakui memiliki hubungan yang baik Vinales. Menurut pemaparan rider berjuluk The Doctor itu, atmosfer hubungan antara dirinya dan Vinales selalu baik dan jarang sekali ada perselisihan.

Adik Valentino Rossi Luca Marini Naik ke MotoGP Tanpa Pernah Juara Moto2

https: img.okezone.com content 2020 11 22 38 2314065 adik-valentino-rossi-luca-marini-naik-ke-motogp-tanpa-pernah-juara-moto2-A43up8ia8k.jpg

Adik Valentino Rossi, Luca Marini, gagal keluar sebagai juara Moto2 2020. Setelah melewati 15 balapan di Moto2 2020, Luca Marini finis di posisi kedua klasemen dengan koleksi 196 angka.

Koleksi 196 angka milik Luca Marini terpaut sembilan poin dari Enea Bastianini yang keluar sebagai juara Moto2 2020. Kegagalan ini membuat Luca Marini gagal mencatatkan pencapaian manis.

Sebab, per musim depan, Luca Marini akan naik ke kelas teratas ajang grand prix, yakni MotoGP. Bersama Enea Bastinini, Luca Marini akan membela tim satelit Ducati yakni yakni Esponsorama Racing atau Reale Avintia.

Ada satu ganjalan yang akan dipegang Luca Marini ketika tampil di MotoGP 2021. Ganjalan yang dimaksud adalah, Luca Marini tampil di kelas MotoGP tanpa pernah menjadi juara di ajang Moto2.

Luca Marini sempat tampil di Moto3 pada 2013. Namun, kala itu Luca Marini hanya mentas di satu balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Misano dengan status pembalap wildcard.

BACA JUGA: Valentino Rossi Masih Punya Ambisi Raih Gelar Juara Ke-10

Kemudian pada 2015, Luca Marini lagi-lagi hanya tampil satu balapan di Sirkuit Misano. Namun, kali ini Luca Marini tampil di kelas Moto2 . Baru pada 2016, Luca Marini tampil penuh di ajang Moto2

MotoGP 2020 seperti Bencana buat Maverick Vinales

VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 05:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks during the press conference pre-event ahead of the MotoGP of Europe at Comunitat Valenciana Ricardo Tormo Circuit on November 05, 2020 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

Maverick Vinales sama sekali tidak puas dengan hasil yang ia dapat di MotoGP 2020. Vinales menyebut MotoGP 2020 sebagai musim terburuknya.

Vinales sempat digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara dunia di MotoGP 2020. Absennya Marc Marquez pun disebut-sebut membuka peluang Vinales untuk merebut gelar juara.

Vinales memulai MotoGP 2020 dengan baik. Pebalap Monster Energy Yamaha itu selalu naik podium dengan finis runner-up di dua balapan pertama di MotoGP Spanyol dan Andalusia.

kemudian malah lebih sering finis di luar lima besar. Dia juga sempat satu kali gagal finis di MotoGP Styria.

Atas performa yang naik turun itu, Vinales mengkritik motor M1. Pebalap berusia 25 tahun itu sempat menyatakan kalau bakal mustahil mengincar kemenangan dengan motor saat ini.

Pada balapan terakhir di MotoGP Pprtugal, Vinales hanya finis di urutan ke-11. Dia akhirnya menutup musim di peringkat keenam klasemen akhir pebalap MotoGP 2020 dengan 132 poin. Vinales pun menyebut MotoGP 2020 seperti bencana untuknya.

“Ini adalah kejuaraan kecil dan kejuaraan kecil yang saya menangi,” ujar Vinales soal pebalap pabrikan Yamaha dengan posisi terbaik di klasemen MotoGP.

“(Saya mencoba menjaga) sesuatu yang positif di dalam diri saya sendiri, tapi jelas ini adalah musim bencana, musim terburuk dalam karier saya.”

“Jadi sulit untuk memercayainya. Bagaimanapun sekarang waktunya pulang, tetap tenang, dan yang lainnya yang harusnya khawatir soal ini,” kata Maverick Vinales seperti dilansir Motorsport.

Merespons Surat Keputusan PSSI, Pelatih PSIS Menegaskan Pentingnya Kepastian Kompetisi

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic.

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, merespons Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020 yang berisi penegasan status kompetisi dan kebijakan yang mengatur pembayaran gaji selama masa tunggu kompetisi. Menurut Dragan Djukanovic, saat ini yang terpenting adalah kepastian nasib kompetisi Shopee Liga 1.

Menurut juru taktik PSIS Semarang asal Serbia itu, sebenarnya yang paling dibutuhkan dirinya selaku pelatih adalah kepastian mengenai kompetisi. Mulai dari jadwal kick-off kompetisi hingga regulasi yang akan diberlakukan.

“PSSI perlu peduli dengan kompetisi, bukan tentang gaji. Sembilan bulan mereka tidak bis menyelenggarakan kompetisi,” ujar Dragan kepada Bola.net, Rabu (18/11/2020).

“Satu-satunya negara di Asia tanpa kompetisi adalah Indonesia, luar biasa. Siapa lagi yang bisa mempercayai PSSI,” lanjutnya.

Menurut pelatih PSIS Semarang itu, klub peserta kompetisi harus mengetahui jadwal pasti kompetisi agar bisa menyusun program demi persiapan yang matang. Menurutnya, akan menjadi bencana jika kompetisi kembali ditunda atau batal digelar.

Dragan Djukanovic Akui Sulit Melarang Pemain Ikut Tarkam Saat Shopee Liga 1 Lama Terhenti

Dragan Djukanovic

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, turut berbicara mengenai fenomena adanya turnamen antarkampung yang disinyalir diikuti oleh pemain-pemain profesional yang selama ini tampil di Shopee Liga 1 dan Liga 2. Menurutnya, sulit untuk melarang para pemain ikut dalam turnamen tersebut ketika kompetisi resmi saja tidak kunjung digelar.

Dragan Djukanovic menegaskan sikapnya yang melarang para pemain profesional untuk ikut dalam turnamen yang akrab disebut tarkam itu. Risiko yang ditimbulkan dari pertandingan macam itu memang cukup berat.

Tidak sedikit para pemain yang mengikuti tarkam berakhir dengan cedera yang parah mengingat pertandingan seringkali diwarnai keributan antarpemain hingga suporter.

Namun, dalam kondisi tak ada kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 seperti saat ini, Dragan Djukanovic mengakui sulit untuk mengontrol jika ada pemain profesional yang mengikuti tarkam. Terlebih, para pemain tersebut sudah tidak berkompetisi sekitar 9 bulan, yang tentunya memberikan dampak besar terhadap finansialnya.

“Sangat sulit untuk melarang pemain memainkan turnamen ini ketika mereka tidak bekerja selama sembilan bulan,” ujar Dragan kepada Bola.net.

“Mereka harus mencari nafkah dari sesuatu. Mereka tidak diperbolehkan, tapi bagaimana dan siapa yang dapat mengontrolnya?” lanjut pelatih pelatih PSIS Semarang itu.

Kondisi terhentinya Shopee Liga 1 dan Liga 2 sejak Maret lalu dan batal bergulir lagi pada Oktober 2020 dan direncanakan baru akan bergulir lagi pada Februari 2021 memang membuat para pemain sepak bola profesional yang terlibat di dalamnya harus memutar otak untuk menghidupi keluarga.

Cerita Bek Sayap PSIS yang Gagal ke Timnas Indonesia Gara-gara Paspor

Frendi Saputra

Bagi setiap pemain sepak bola, menembus Timnas Indonesia adalah impian. Selain skill dan pengalaman, dibutuhkan sedikit keberuntungan bisa berseragam tim Merah-putih.

Seperti yang pernah terjadi pada bek sayap PSIS Semarang, Frendi Saputra. Ia hampir mewujudkan cita-cita bergabung dengan Timnas Indonesia tahun lalu, ketika Indonesia melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2022.

Namanya sudah dipersiapkan untuk potensi masuk ke Timnas arahan Simon Mcmenemy kala itu. Yaitu dalam kesempatan Timnas Indonesia menantang tuan rumah Malaysia.

Sayang, impian pemain asal Lampung tersebut sirna karena kendala paspor yang belum dimilikinya. Ya, gara-gara paspor kesempatannya ikut Timnas pupus. Alhasil PSIS hanya mengirimkan satu pemainnya di Timnas, yakni Septian David Maulana.

Frendi Saputra bercerita tentang pemanggilan Timnas saat itu. Cukup disayangkan karena waktu untuk mengurus tidak dapat terkejar. Ia pun merelakan kesempatan ikut Timnas dan menyikapinya dengan bijaksana.

“Jadi saat itu perwakilan PSSI menghubungi saya sangat mendadak. Saya ditanya punya paspor atau belum dan memang belum punya. Akhirnya ya sudah batal bergabung di Timnas,” beber Frendi Saputra, Kamis (19/11/2020).

“Karena memang belum punya dan waktu untuk mengurusnya tak kesampaian. Ya sudah batal, barangkali memang belum rezeki saya masuk Timnas Indonesia,” terang pemain berposisi bek sayap kiri tersebut.

Shopee Liga 1: Takut Kena PHP Lagi, PSIS Ragu Lakukan Persiapan

Fandi Eko Utomo, PSIS Semarang

PSIS Semarang masih gamang dan enggan terburu-buru memikirkan persiapan pembentukan tim. Khusunya menghadapi kompetisi yang diwacanakan PSSI bergulir bulan Februari tahun depan.

Delapan bulan sudah aktivitas pertandingan Liga 1 rehat akibat wabah virus corona dan baru bisa dilanjutkan lagi awal tahun 2021. Jika benar lanjutan kompetisi dilaksanakan bulan Februari nanti, ada waktu kurang dari tiga bulan dari sekarang.

Pelatih kepala PSIS, Dragan Djukanovic berharap timnya untuk menyiapkan skuat pada bulan Desember. Menurut pelatih asal Montenegro ini, idealnya latihan bisa dimulai pada pekan terakhir Desember tahun ini.

“Idealnya persiapan sekurang-kurangnya enam hingga tujuh pekan. Lagipula kami harus memulai lagi dari awal, jadi butuh waktu yang tepat,” ungkapnya, Kamis (19/11/2020).

“Rehat kompetisi sudah cukup lama. Hampir satu tahun tidak ada kompetisi. Seperti sebuah bencana,” tutur Dragan.

Kiper PSIS Menularkan Ilmu yang Diterimanya Saat Kursus Kepelatihan Kepada Anak Didik

PSIS Semarang, Joko Ribowo

Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo, mantap mendalami ilmu kepelatihan selain masih aktif bermain. Joko baru saja menyelesaikan kursus kepelatihan C AFC yang diselenggarakan Asprov PSSI DKI Jakarta.

Selama hampir dua pekan, Joko Ribowo sibuk merampungkan kursus, yakni pada 7 hingga 18 November lalu. Setelah menyelesaikan kursus kepelatihan itu, pria yang karib disapa Jokri tersebut lantas pulang ke kampung halamannya di Pati.

Kesibukannya di Pati pun masih berkutat dengan sepak bola. Ia kembali melatih anak asuhnya di akademi sepak bola yang didirikannya, Joko Ribowo Football Academy (JRFA). Apalagi, PSIS Semarang masih diliburkan sejak kompetisi ditunda sejak Oktober lalu.

Tidak hanya untuk JRFA yang dirintisnya, mantan kiper Arema itu juga fokus membangun sebuah program latihan pribadi khusus usia di bawah 17 tahun. Praktis ilmu yang ia pelajari dan dapatkan selama mengikuti kursus di Jakarta lalu bisa ia tularkan ke anak didiknya.

“Sebuah pengalaman berharga dan luar biasa bagi saya karena saya sendiri juga masih aktif bermain, dan kini bisa menambah ilmu baru. Tentunya bisa saya aplikasikan kepada adik-adik,” terang Joko Ribowo, Senin (23/11/2020).

“Banyak sisi positifnya karena selama ini pemain lebih banyak praktik di lapangan. Sementara ketika kursus ada latihan secara teori, yang kemudian dipraktikkan,” lanjut kiper PSIS Semarang itu.