:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3303977/original/098179600_1606108572-123776746_847404382693389_8294110303576486400_n.jpg)
Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo, mantap mendalami ilmu kepelatihan selain masih aktif bermain. Joko baru saja menyelesaikan kursus kepelatihan C AFC yang diselenggarakan Asprov PSSI DKI Jakarta.
Selama hampir dua pekan, Joko Ribowo sibuk merampungkan kursus, yakni pada 7 hingga 18 November lalu. Setelah menyelesaikan kursus kepelatihan itu, pria yang karib disapa Jokri tersebut lantas pulang ke kampung halamannya di Pati.
Kesibukannya di Pati pun masih berkutat dengan sepak bola. Ia kembali melatih anak asuhnya di akademi sepak bola yang didirikannya, Joko Ribowo Football Academy (JRFA). Apalagi, PSIS Semarang masih diliburkan sejak kompetisi ditunda sejak Oktober lalu.
Tidak hanya untuk JRFA yang dirintisnya, mantan kiper Arema itu juga fokus membangun sebuah program latihan pribadi khusus usia di bawah 17 tahun. Praktis ilmu yang ia pelajari dan dapatkan selama mengikuti kursus di Jakarta lalu bisa ia tularkan ke anak didiknya.
“Sebuah pengalaman berharga dan luar biasa bagi saya karena saya sendiri juga masih aktif bermain, dan kini bisa menambah ilmu baru. Tentunya bisa saya aplikasikan kepada adik-adik,” terang Joko Ribowo, Senin (23/11/2020).
“Banyak sisi positifnya karena selama ini pemain lebih banyak praktik di lapangan. Sementara ketika kursus ada latihan secara teori, yang kemudian dipraktikkan,” lanjut kiper PSIS Semarang itu.
